Kebudayaan Indondesia akhir-akhir ini mulai dicuri oleh negara lain. Kekhawatiran terhadap kebudayaan yang nantinya diklaim oleh negara lain ini nantinya akan berdampak pada ketidakpercaya dirian Indonesia dalam menampilkan budayanya ke pentas dunia. Sudah berapa banyak hasil karya bangsa Indonesia yang diklaim oleh negara lain, mulai dari tempe, batik, rego ponorogo, lagu-lagu daerah, dll.
Dari sini saya merasa khawatir apabila Sisingaan yang merupakan kebudayaan ciri khas kabupaten Subang dicuri juga oleh negara lain. Sebaiknya pemerintah kabupaten Subang segera memikirkan hal ini supaya kabupaten ini memiliki ciri yang unik. Jika Sisingaan diambil dan didaftarkan trade marknya di UNICEF, maka Subang sudah kehilangan budaya nenek moyangnya.
Sebagai generasi muda, sangat menyesalkan jika kampung saya kebudayaannya dijajah bangsa lain. Ingat, walaupun Subang ini merupakan kota yang terpuruk bagi saya tetaplah kampung halaman yang selallu jadi pilihan jika mau mudik. Masih teringat waktu masih kecil, teman-teman yang akan disunat (dipotong kemaluannya, red) digotong naik Sisingaan keliling desa. Wah asyiknya melihat budaya kampung sendiri, hanya di kampung halaman saja bisa melihat Sisingaan ini.
Kepada Dinas Pariwisata Subang, saat ini bisnis Sisingaan nampaknya sedang terpuruk dan bahkan mungkin hampir punah. Jika tidak dibudidayakan maka Sisingaan ini akan menjadi budaya yang langka. Segera akui bahwa Sisingaan ini dari daerah Jawa Barat. Jangan biarkan penjajah budaya mengambil kebudayaan kita setelah kitab pusaka Sunda dijajah oleh Walanda di zaman dahulu kala. Segera buatkan literatur mengenai kebudayaan ini.
Maafkan jika saya salah dalam berkata-kata dalam tulisan ini. Namun demi kemajuan kampung halamanku sebaiknya kita sebagai urang Subang segera bertindak. Jangan seperti di Ponorogo yang sekarang sedang kebingungan kebudayaannya dicuri orang. Peace and keep love to me..
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar